Corong Publik, Sanggau, Kalbar // – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh Djaman Kabupaten Sanggau tengah menjadi sorotan publik. Berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan rumah sakit tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook.
Keluhan yang mencuat di ruang digital itu beragam, mulai dari pelayanan pasien pengguna BPJS, ketersediaan obat, fasilitas kursi roda, hingga penggunaan toilet rumah sakit yang dinilai kurang manusiawi bagi keluarga pasien.
Sejumlah akun Facebook menyoroti persoalan ketersediaan obat bagi pasien BPJS. Warga mengaku kerap mendapat jawaban bahwa stok obat kosong, sehingga pasien diminta membeli obat secara mandiri di apotek swasta.
Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, terutama pasien dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, lantaran harga obat di apotek swasta dinilai cukup mahal.
“Saya heran, setiap berobat ke sini pakai BPJS selalu disampaikan bahwa obat kosong, lalu disuruh beli di apotek swasta,” tulis salah seorang warga dalam unggahan di Facebook sambil memperlihatkan foto RSUD MTh Djaman pada Rabu (6/5/2026)

Unggahan itu langsung memicu reaksi keras dari warganet. Ratusan komentar bermunculan dan mayoritas mempertanyakan kualitas pelayanan rumah sakit milik pemerintah tersebut. Bahkan, tidak sedikit warganet yang menduga adanya dugaan kerja sama tidak sehat antara oknum rumah sakit dengan pihak apotek swasta.

Selain persoalan obat, keluhan lain juga datang dari keluarga pasien rawat inap. Salah seorang warga mengaku kecewa lantaran keluarga pasien atau penjaga pasien disebut dilarang menggunakan kamar mandi rumah sakit untuk mandi.
“Gimana ceritanya, datang ke sini rawat inap tapi mau mandi toiletnya tidak boleh digunakan untuk mandi. Kita di sini tidak punya keluarga dan rumah, masa iya kita balik ke kampung dengan jarak tempuh lima jam hanya untuk mandi,” tulis warga lainnya dalam unggahan yang juga menuai ratusan komentar.
Keluhan tersebut memantik perhatian publik karena dinilai menyangkut aspek kemanusiaan dalam pelayanan rumah sakit, khususnya bagi keluarga pasien yang datang dari daerah jauh dan harus mendampingi anggota keluarganya selama menjalani perawatan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD MTh Djaman Kabupaten Sanggau belum memberikan tanggapan resmi atas permohonan konfirmasi yang telah disampaikan media ini. Meski pesan konfirmasi diketahui telah dibaca, namun belum ada jawaban maupun klarifikasi dari pihak rumah sakit.
Masyarakat berharap keluhan yang ramai disampaikan di ruang digital ini dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen RSUD MTh Djaman agar kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.
Laporan: Adi Noyan
( Rinto Andreas )







