Milangkala ke-2 S-4 Bengkayang:Dr Dede Suratman Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Melestarikan Budaya

Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Paguyuban Simpay Seuweu Siliwangi (S-4) Kabupaten Bengkayang menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (Milangkala) ke-2 di Aula Kantor Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Minggu (5/7/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh nuansa kebudayaan dengan dihadiri unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban dari berbagai daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bengkayang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Dr. Iyan, S.Sos., M.Si. yang mewakili Bupati Bengkayang. Turut hadir Ketua Paguyuban S-4 Provinsi Kalimantan Barat Dr. Dede Suratman, M.Si., Ketua S-4 Kabupaten Bengkayang, Camat Sanggau Ledo, perwakilan S-4 Kabupaten Mempawah, BPJS, tokoh masyarakat Suryaman Gidot, M.Pd., perwakilan Polsek Sanggau Ledo, Komandan Zipur, serta tamu undangan lainnya.

Ketua S-4 Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Dede Suratman, M.Si., saat diwawancarai awak media usai kegiatan mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Milangkala ke-2 S-4 Kabupaten Bengkayang.

“Hari ini peringatan Milangkala, yang berarti menghitung usia atau ulang tahun, Simpay Seuweu Siliwangi (S-4) Kabupaten Bengkayang ke-2 telah terselenggara dengan baik dan lancar. Saya selaku Ketua S-4 Provinsi Kalimantan Barat sangat bersyukur karena kegiatan ini mendapat dukungan dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bengkayang, unsur Forkopimda, serta para tokoh masyarakat sehingga seluruh rangkaian acara berjalan sukses,” ujarnya.

Dr. Dede menegaskan, keberadaan S-4 tidak hanya menjadi wadah silaturahmi masyarakat Sunda di Kalimantan Barat, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kedepannya kami ingin S-4 mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada Kabupaten Bengkayang dalam mendukung percepatan pembangunan. Organisasi ini tidak hanya menjaga kebersamaan, tetapi juga ingin menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah melalui kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam penyelenggaraan kegiatan maupun perjalanan organisasi. S-4 tetap berfokus pada pelestarian adat dan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kami terus berupaya melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda, sekaligus membangun harmonisasi dengan budaya yang berkembang di Kabupaten Bengkayang. Tujuan kami bukan hanya menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga meletakkan dasar untuk mengembangkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai terlupakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dipilihnya Kecamatan Sanggau Ledo sebagai lokasi pelaksanaan Milangkala bukan tanpa alasan. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki banyak warga keturunan Sunda yang lahir dan besar di daerah tersebut sehingga menjadi tempat yang tepat untuk memperkuat identitas budaya.

“Budaya itu harus terus diingatkan kepada generasi muda agar tidak hilang. Insyaallah pada Milangkala ke-3 nanti kami akan menampilkan lebih banyak kesenian dan budaya khas Sunda yang tetap menghormati adat dan budaya yang telah tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bengkayang,” pungkas Dr. Dede Suratman, M.Si.

Peringatan Milangkala ke-2 S-4 Kabupaten Bengkayang menjadi momentum mempererat tali persaudaraan masyarakat Sunda di Kalimantan Barat sekaligus memperkokoh komitmen dalam menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

Dengan dukungan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, S-4 optimistis mampu terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Bengkayang.

( Rinto Andreas )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *