Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Kabupaten Bengkayang kembali menjadi keluhan masyarakat. Selain sulit diperoleh, harga gas melon di tingkat kios dan pengecer dilaporkan melonjak hingga Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga yang diterima pangkalan dari agen.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, pada Senin (27/7/2026), salah seorang karyawan agen LPG di Kabupaten Bengkayang yang meminta namanya disamarkan, sebut saja Budi (48), menjelaskan bahwa pihak agen menyalurkan LPG 3 kg kepada pangkalan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp17 ribu per tabung.
“Kami dari agen menjual sesuai HET, yaitu Rp17 ribu per tabung. Setelah itu, gas kami distribusikan ke pangkalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Budi.
Menurutnya, setelah LPG disalurkan ke pangkalan, pihak agen tidak lagi mengetahui harga jual yang diterapkan hingga ke tingkat pengecer.
“Kami tidak mengetahui berapa harga yang dijual pangkalan kepada pengecer. Namun, seharusnya pangkalan juga melayani masyarakat yang membeli satu tabung untuk kebutuhan rumah tangga, bukan hanya menjual kepada pengecer,” tambahnya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Warga berharap pangkalan lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dibandingkan memasok gas ke pengecer yang kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Kalaupun tersedia, mereka harus membeli dengan harga yang jauh di atas HET.
Kelangkaan yang terus terjadi dinilai semakin membebani masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama instansi terkait, termasuk Pertamina dan aparat pengawas, segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi LPG 3 kg. Pengawasan terhadap pangkalan dan pengecer dinilai perlu diperketat agar penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran, harga tetap sesuai ketentuan, dan tidak terjadi kelangkaan yang berkepanjangan.
Warga berharap langkah nyata segera dilakukan sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh LPG 3 kg. Pasalnya, kondisi saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan, bahkan banyak warga mengibaratkan mencari tabung gas bersubsidi “seperti mencari intan” karena sulit ditemukan di pasaran.
( Rinto Andreas )







