Corong Publik News, Singkawang, Kalbar // – Pelatih pencak silat asal Kalimantan Barat, Marsal N. Safar, mencatatkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lolos asesmen Program Pencak Silat Road to Global Stage (PSRTO) 2026 yang diselenggarakan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).
Marsal tercatat sebagai salah satu dari 50 peserta terpilih yang dinyatakan lolos asesmen pelatih dalam program tersebut. Ia mewakili Provinsi Kalimantan Barat dan sebelumnya telah tercantum dalam daftar pelatih terpilih berdasarkan surat PB IPSI Nomor 63/SJ/PB IPSI/IX/2026 tertanggal 23 September 2026.
Marsal kepada awak media pada Kamis (24/9/2026) malam mengatakan, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ini. Bagi saya, ini adalah amanah untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik selama menjalankan tugas,” ujar Marsal N. Safar.
Sebagai putra asli Singkawang, Kalimantan Barat, Marsal berharap dapat membawa nilai-nilai luhur yang tumbuh di tanah kelahirannya ke lingkungan pencak silat internasional.
Semangat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Singkawang, menurutnya merupakan nilai penting yang dapat diperkenalkan melalui pencak silat.
Marsal menilai, pencak silat tidak hanya berbicara tentang teknik bela diri dan pencapaian prestasi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mengandung nilai karakter, persaudaraan, serta penghormatan terhadap perbedaan.
Melalui program PSRTO 2026 yang mengusung tema “Pencak Silat Indonesia From Heritage to Global Stage”, para pelatih terpilih diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan pencak silat di 25 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pencak silat Indonesia di tingkat internasional, sekaligus mendukung pengembangan pencak silat menuju panggung olahraga dunia, termasuk cita-cita untuk tampil di Olimpiade.
Memasuki tahapan berikutnya, Marsal menyadari bahwa pengembangan pencak silat di tingkat global akan menghadirkan berbagai tantangan.
Perbedaan bahasa, budaya, karakter atlet, hingga sistem pembinaan di setiap negara menjadi aspek yang perlu dipahami dan disikapi dengan kemampuan beradaptasi, keterbukaan, serta kemauan untuk terus belajar.
Bagi Marsal, tantangan tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan diri sekaligus kesempatan untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kapasitas sebagai pelatih pencak silat.
Para pelatih yang dinyatakan lolos asesmen dijadwalkan mengikuti pelatihan dan pembekalan pada 28 September hingga 6 Oktober 2026 di Lorin Sentul Hotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tahapan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelatih terpilih dalam menjalankan peran dan tanggung jawab pada program pengembangan pencak silat di tingkat internasional.
Di balik pencapaian tersebut, Marsal turut menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada almarhum H. Ilyas Buchairi, A.Ma., yang dikenangnya sebagai Guru Besar Perguruan Silat Susun Sirih.
Marsal juga menyampaikan apresiasi kepada Pengprov IPSI Kalbar, seluruh pengurus, panitia, serta tim penguji PSRTO yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan dalam proses asesmen hingga dirinya dinyatakan lolos.
“Terima kasih kepada Alm. H. Ilyas Buchairi, A.Ma., selaku Guru Besar Perguruan Silat Susun Sirih, Pengprov IPSI Kalbar, seluruh pengurus, panitia, dan penguji PSRTO atas dukungan dan kepercayaannya. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” tutur Marsal.
Ucapan tersebut menjadi refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilaluinya dalam dunia pencak silat. Marsal menyadari bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari peran para guru, dukungan organisasi, serta orang-orang yang telah memberikan bimbingan dan kepercayaan kepadanya.
Lolosnya Marsal N. Safar dalam asesmen PSRTO 2026 menjadi bagian dari perjalanan pelatih asal Kalimantan Barat untuk mengambil peran dalam pengembangan pencak silat di tingkat internasional.
Bersama 49 peserta terpilih lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia, Marsal membawa semangat untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan berkontribusi dalam memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Baginya, kesempatan ini bukan hanya tentang membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan pencak silat Indonesia agar semakin dikenal di panggung global.
Dari Kota Singkawang, Kalimantan Barat untuk Indonesia. Dari warisan budaya menuju panggung global.
Sumber : Ferry S
( Heru )







