Corong Publik, Bengkayang, Kalbar // – Perayaan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berlangsung meriah dan khidmat di Rumah Panjang Monterado, pada Rabu (4/8/2026).
Kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak tersebut mengusung tema “Ngampar Uma Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur dalam Perubahan Zaman.”
Acara dihadiri Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Ketua PKK Kabupaten Bengkayang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan paguyuban.
Gawe Naik Dango merupakan tradisi adat masyarakat Dayak sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi, sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan adat. Selain sebagai syukuran pascapanen, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat persatuan, melestarikan budaya, serta menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Gawe Naik Dango merupakan salah satu kekayaan budaya daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Gawe Naik Dango bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, tetapi juga simbol identitas budaya masyarakat Dayak yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai luhur di tengah perkembangan zaman.
“Budaya harus tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, salah seorang warga Monterado, Lukas, mengaku bersyukur atas pelaksanaan Gawe Naik Dango yang berlangsung meriah dan lancar.
“Kami bersyukur kegiatan tahun ini berjalan dengan baik. Cuaca juga mendukung sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana,” ujarnya.
Ia berharap perayaan serupa ke depan dapat digelar lebih meriah dan terus dikembangkan agar semakin dikenal luas.
Rasa syukur juga disampaikan Ketua Perkumpulan Keluarga Maluku (PKM) Singbebas, James Lette. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut meski dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan keterbatasan anggaran.
“Kehadiran Bupati Bengkayang menjadi kehormatan bagi kami dan masyarakat,” katanya.
Menurut James, perayaan tahun ini juga menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Paguyuban Ambon turut ambil bagian dalam Gawe Naik Dango di Kecamatan Monterado.
“Ini pertama kalinya kami ikut serta, dan kami bangga bisa terlibat dalam kegiatan budaya yang penuh makna ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Penasehat PKM Singbebas, Jefry D. Tanamal, yang memberikan dukungan terhadap upaya mempererat persaudaraan lintas budaya di Kabupaten Bengkayang.
Tema “Ngampar Uma Ngarak Padi” mencerminkan keterkaitan erat kehidupan masyarakat Dayak dengan alam, pertanian, dan nilai-nilai adat sebagai fondasi kehidupan bersama.
Selain sebagai perayaan budaya, Gawe Naik Dango juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat di tengah arus globalisasi.
Melalui penyelenggaraan Gawe Naik Dango ke-3 Tahun 2026 ini, masyarakat berharap tradisi tersebut terus lestari dan menjadi kekuatan budaya yang memperkokoh identitas lokal di Kabupaten Bengkayang.
( Rinto Andreas )







