Corong Publik, Jakarta // – Mei selalu membawa ingatan pada dua hal yang seharusnya saling menguatkan: pendidikan dan reformasi. Namun setelah lebih dari dua dekade. Lebih dari dua dekade pascareformasi, persoalan pendidikan di Indonesia dinilai masih belum terselesaikan secara menyeluruh.
Adi Suparto menilai ketertinggalan kualitas pendidikan nasional tidak lagi hanya disebabkan faktor teknis, tetapi juga berkaitan dengan persoalan struktural dan arah kebijakan pendidikan.
“Berbagai evaluasi menunjukkan reformasi pendidikan masih menghadapi tantangan dalam aspek kesinambungan kebijakan, implementasi program, hingga pemerataan kualitas pembelajaran di berbagai daerah,”ucapnya
Sejumlah kajian pendidikan internasional bahkan memperkirakan Indonesia membutuhkan waktu cukup panjang untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju apabila laju peningkatan kualitas pendidikan berjalan seperti saat ini.
“Reformasi pendidikan tidak cukup hanya menghadirkan program atau perubahan kurikulum baru, tetapi juga membutuhkan konsistensi kebijakan,” jelasnya
Evaluasi berkelanjutan, serta keberpihakan nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas tenaga pendidik.
“Menurutnya, apabila reformasi pendidikan lebih berfokus pada aspek administratif tanpa menyentuh persoalan mendasar di ruang belajar, maka tujuan peningkatan kualitas pendidikan nasional akan sulit tercapai secara optimal,” pungkasnya (Red)







