Bupati Bengkayang Resmi Tutup Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026

Corong Publik, Bengkayang, Kalbar // – Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 Kabupaten Bengkayang resmi ditutup oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., melalui prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali pada Sabtu malam (31/5/2026).

Prosesi penutupan yang berlangsung di panggung utama Gawai Dayak Barape’ Sawa tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan masyarakat, tokoh adat, unsur Forkopimda, panitia pelaksana, serta tamu undangan turut menyaksikan momen bersejarah yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan budaya tahunan masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang.

Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menyampaikan bahwa Gawai Dayak Barape’ Sawa telah menjadi agenda tahunan yang sangat dinantikan masyarakat dan kini telah masuk dalam kalender event nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Bengkayang dalam memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas.

“Gawai Dayak Barape’ Sawa bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi aset budaya Kabupaten Bengkayang yang telah dikenal secara nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan Kabupaten Bengkayang memiliki banyak event budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan setiap pelaksanaan Gawai Dayak, tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal dan domestik, tetapi juga wisatawan dari negara tetangga Malaysia.

“Kita bersyukur karena setiap tahun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Kalimantan Barat dan daerah lainnya di Indonesia, tetapi juga dari negara tetangga Malaysia yang turut menikmati kekayaan budaya yang kita miliki,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026, mulai dari panitia, Dewan Adat Dayak, aparat keamanan, sponsor, hingga masyarakat yang ikut menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

Penutupan Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026 berlangsung lancar dengan cuaca yang sangat mendukung. Suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya mewarnai malam penutupan hingga berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.

Dengan berakhirnya Gawai Dayak Barape’ Sawa 2026, diharapkan tradisi dan budaya Dayak tetap lestari serta semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang mampu menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Bengkayang

( Rinto Andreas )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *