Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Program pembangunan Jembatan Garuda terus dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mempermudah akses masyarakat, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur penghubung antardesa, pada Kamis (3/9/2026)
Letkol Inf. Aprianda, S.H., M.Sc., saat diwawancarai awak media mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah yang mencakup berbagai jenis jembatan, mulai dari jembatan gantung, jembatan perintis, jembatan rangka hingga jembatan beton.
Di Kabupaten Bengkayang, sedikitnya lima titik jembatan telah dibangun. Di antaranya berada di Sungai Kemarang, Desa Ginda, kemudian di Desa Tanjung, Kecamatan Sanggau, serta dua jembatan di Desa Poteng yang terdiri dari jembatan gantung dan jembatan beton.
Sementara itu, pembangunan yang saat ini masih berlangsung berada di Desa Sukamaju yang menghubungkan dengan Desa Sukabau.
“Jembatan yang sudah dibangun sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Letkol Inf. Aprianda.
Menurut Letkol Inf. Aprianda, pembangunan jembatan memiliki fungsi penting dalam membuka akses masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus melewati jembatan dengan kondisi kurang layak.
“Tujuan utamanya adalah konektivitas, supaya masyarakat, pelajar dan anak-anak sekolah tidak lagi mengalami kesulitan dalam menggunakan akses penyeberangan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan membuat jembatan baru di sisi jembatan lama, bukan sekadar memperbaiki jembatan yang sudah ada. Dengan demikian, apabila masih memungkinkan, jembatan lama tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sebelum pembangunan dilakukan, kondisi jembatan terlebih dahulu diperiksa untuk menentukan kelayakannya. Sebagian besar jembatan yang menjadi sasaran program disebut sudah dalam kondisi tidak layak sehingga membutuhkan pembangunan baru yang lebih kuat dan kokoh.
Selain pembangunan jembatan, program karya bakti juga menyasar sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah perbatasan.
Program tersebut meliputi pembangunan 17 titik sumur bor, rehabilitasi sekolah, rehabilitasi rumah ibadah, serta pembangunan MCK masyarakat.
Program tersebut diharapkan turut mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat serta sejalan dengan program Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Bengkayang.
Secara nasional, program tersebut menargetkan pembangunan sekitar 1.000 jembatan. Untuk wilayah Kalimantan Barat, jumlah dan lokasi pembangunan akan disesuaikan dengan pembagian yang dilakukan oleh Mabes TNI Angkatan Darat.
Sementara untuk pelaksanaan di lapangan, setiap tahapan pembangunan memiliki target waktu tertentu.
“Untuk target kita, setiap 60 hari akan ada target. Saat ini kita masih berada di tahap keenam dan selanjutnya akan memasuki tahapan berikutnya,” pungkas Letkol Inf. Aprianda.
Pembangunan Jembatan Garuda tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, perekonomian dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bengkayang.
( Rinto Andreas )







