Robo-Robo Segera Digelar, Raja Mempawah XIV Ziarah dan Doakan Leluhur di Makam Opu Daeng Menambon

Corong Publik News, Mempawah, Kalbar // – Suasana khidmat dan penuh penghormatan menyelimuti Kompleks Makam Opu Daeng Menambon, tokoh pendiri Kesultanan Mempawah, saat Raja Mempawah ke-XIV memimpin langsung rangkaian ziarah adat dan doa bersama.Kegiatan ini menjadi bagian utama persiapan puncak perayaan tradisi agung Robo-Robo yang selalu dinanti masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga Mempawah, Kalimantan Barat, pada Selasa (11/08/2026)

Raja Mempawah XIV hadir didampingi Istri Raja, keluarga besar kerabat kerajaan, para tetua adat, pimpinan lembaga adat, jajaran pengurus istana, serta perwakilan tokoh agama dan masyarakat setempat. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09 :30 WIB, diawali dengan penghormatan adat sebelum memasuki area makam.

Rangkaian upacara berjalan sakral dimulai tahlilan,penyiraman air bunga , dilanjutkan pembacaan doa bersama.

Dalam amanatnya, Raja Mempawah XIV menegaskan ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud tanggung jawab menjaga jejak sejarah.

“Opu Daeng Menambon adalah peletak dasar berdirinya tanah Mempawah. Beliau bersatu menyatukan suku, agama, dan golongan demi menciptakan kedamaian. Semangat kebersamaan, kebijaksanaan, dan perlindungan kepada seluruh rakyat yang beliau wariskan, harus hidup terus di hati kita semua. Kita tidak akan melangkah ke depan jika melupakan dari mana kita berasal,” ujar Raja dengan nada tegas namun penuh haru.

Dijelaskan pula, momen ziarah ini menjadi pengingat bagi segenap jajaran istana dan pemangku adat untuk senantiasa memegang teguh amanah leluhur, menjaga keharmonisan masyarakat, serta bersinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.

Kegiatan ini juga menguatkan makna Robo-Robo: tradisi penyucian hati, pembersihan lingkungan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui penghormatan kepada leluhur, diharapkan berkah dan perlindungan senantiasa menyelimuti seluruh masyarakat Mempawah.

Para tetua adat menyambut langkah Raja ini dengan apresiasi tinggi. Menurut mereka, kepemimpinan Raja Mempawah XIV yang terus merawat tradisi membuat identitas budaya daerah tetap kokoh di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dengan suasana tertib, damai, dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Raja dan segenap rombongan sekaligus menegaskan kembali bahwa warisan sejarah Opu Daeng Menambon bukan hanya milik kerabat kerajaan semata, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat.

( Budiman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *