Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Kondisi Jalan Kapot atau yang dikenal masyarakat sebagai Tanjakan S, akses menuju wilayah Sungkung I dan Sungkung II, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Kerusakan jalan di sejumlah titik disebut cukup parah dan berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju wilayah Sungkung membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
Salah seorang pengguna jalan, Julianus, saat diwawancarai awak media, pada Sabtu (12/9/2026), mengatakan kondisi jalan yang rusak menjadi kendala besar, terutama bagi masyarakat yang membawa barang dengan muatan berat.
Menurutnya, barang yang dibawa terkadang memiliki berat hingga ratusan kilogram sehingga kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan yang rusak.
“Jalan rusak parah, apalagi barang yang kami bawa ini berat, sampai ratusan kilo,” ujar Julianus.
Ia mengatakan, perjalanan melalui akses Jalan Kapot menuju Sungkung I dan Sungkung II tidak selalu dapat ditempuh dengan waktu yang sama. Dalam kondisi tertentu, perjalanan bisa berlangsung cukup lama akibat kondisi jalan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jarak perjalanan melalui jalur tersebut mencapai sekitar 140 kilometer. Jika kondisi jalan memungkinkan, perjalanan dapat ditempuh lebih cepat, namun ketika kerusakan di sejumlah titik semakin parah, perjalanan bisa memakan waktu hingga seharian.
Hal senada disampaikan Suprianto. Ia mengakui kondisi jalan menuju wilayah Sungkung I dan Sungkung II cukup sulit untuk dilalui, khususnya bagi pengendara yang belum terbiasa melintasi jalur tersebut.
Menurut Suprianto, kondisi jalan yang rusak dan medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan.
“Kondisi jalan memang rusak parah dan sulit untuk dilalui bagi orang yang belum terbiasa. Tapi bagi kami, ini yang harus kami hadapi dalam keseharian,” katanya.
Jalan Kapot atau Tanjakan S merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menuju dan beraktivitas di wilayah Sungkung I dan Sungkung II.
Kondisi infrastruktur jalan tersebut dinilai berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, termasuk dalam mengangkut kebutuhan maupun barang dengan muatan berat.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait terhadap kondisi akses jalan tersebut. Perbaikan jalan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Pewarta : Radiussadi







