Juli Santikan, Coach Barre Yang Menginspirasi Perempuan Singkawang Lebih Sehat dan Percaya Diri

Corong Publik News, Singkawang, Kalbar // – Kelas Barre semakin diminati kaum hawa di Kota Singkawang. Antusiasme tersebut terlihat dari meningkatnya peserta di sejumlah pusat kebugaran yang kini menyediakan kelas Barre.

Olahraga yang memadukan gerakan balet, latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas ini mulai digemari berbagai kalangan perempuan. Bukan hanya perempuan lajang, para ibu muda juga mulai menjadikan Barre sebagai bagian dari rutinitas menjaga kebugaran.

Salah satu coach yang kini cukup dikenal di kalangan peserta adalah Juli Santikan. Ibu muda dengan tiga orang anak ini bahkan sempat kewalahan mengatur jadwal mengajar karena tingginya antusiasme peserta.

Juli saat ini mengisi kelas Barre di beberapa pusat kebugaran. Selasa di Moving Studio, Rabu dan Kamis di Gymfolks, serta Jumat, Sabtu, dan Minggu di Progym. Padatnya jadwal tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya dalam memperkenalkan Barre kepada lebih banyak perempuan di Singkawang.

Bagi Juli, mengajar Barre bukan sekadar aktivitas olahraga. Sejak awal, ia ingin menjadikan kelas tersebut sebagai ruang bagi perempuan untuk membangun kebugaran sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

“Visi aku dari awal ngajar Barre itu simpel: aku pengen perempuan-perempuan merasa cantik, kuat, dan percaya diri di tubuhnya sendiri.

Menurut Juli, Barre bukan semata-mata tentang menurunkan berat badan atau mendapatkan tubuh yang lentur. Ia ingin setiap peserta merasakan perubahan positif setelah menyelesaikan satu sesi latihan.

“Bukan cuma soal kurus atau lentur. Tapi tentang bagaimana setelah 60 menit di kelas, mereka keluar ruangan merasa lebih happy dan lebih sayang sama dirinya.

Juli juga ingin menghapus anggapan bahwa Barre merupakan olahraga yang sulit atau hanya diperuntukkan bagi perempuan dengan bentuk tubuh tertentu. Baginya, setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga dan menjaga kebugaran.

“Misi aku sampai di tahap ini adalah membuktikan kalau Barre itu bukan olahraga yang menakutkan. Barre itu untuk semua perempuan, semua bentuk tubuh, semua usia. Dan aku mau jadi jembatan itu.

Sebagai ibu dengan tiga anak, Juli mengaku memahami kesibukan perempuan dalam menjalankan berbagai peran. Karena itu, ia ingin kelas Barre menjadi ruang bagi para perempuan untuk menyisihkan waktu, merawat diri, dan membangun kembali rasa percaya diri.

“Sampai di tahap ini, buat aku bukan soal banyaknya jam ngajar, tapi seberapa banyak hati yang kebantu lewat kelas aku.

Bagi Juli, keberhasilan sebuah kelas bukan hanya diukur dari jumlah peserta atau padatnya jadwal mengajar. Lebih dari itu, ia berharap setiap perempuan yang mengikuti kelas dapat pulang dengan tubuh yang lebih bugar dan perasaan yang lebih positif terhadap dirinya sendiri.

( Dino Santana )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *