Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Memperingati Dies Natalis ke-10, Institut Shanti Bhuana (ISB) menggelar kegiatan penanaman 280 pohon di lingkungan kampus, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan kawasan kampus yang hijau, asri, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan pimpinan Institut Shanti Bhuana, Yayasan Santo Yohanes Salib, mahasiswa, serta sejumlah perwakilan instansi Pemerintah Kabupaten Bengkayang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Agroekoteknologi, Septiana, S.Tp., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penanaman pohon sebagai langkah membangun kesadaran dan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh T. Wijayanti selaku Kasi PPM UPT KPH Bengkayang. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Shanti Bhuana, Marianus Dinata Alnija, S.S., M.Hum.
Sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilakukan penanaman 10 pohon secara simbolis oleh sepuluh perwakilan dari unsur perguruan tinggi, yayasan, dan pemerintah daerah.
Mereka terdiri dari Ketua Program Studi Agroekoteknologi, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wakil Rektor II Bidang Operasional, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Rektor Institut Shanti Bhuana, Ketua Yayasan Santo Yohanes Salib, UPT KPH Bengkayang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang.
Setelah penanaman simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara bersama-sama oleh mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Institut Shanti Bhuana.
Tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berwawasan lingkungan.
Institut Shanti Bhuana juga terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan pengembangan Program Studi Agroekoteknologi yang saat ini telah menerima mahasiswa dalam dua angkatan. Kehadiran program studi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bengkayang, terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan.
Melalui penanaman 280 pohon, Institut Shanti Bhuana berharap lingkungan kampus semakin hijau sekaligus menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Peringatan satu dekade Institut Shanti Bhuana ini sekaligus menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pendidikan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sepuluh tahun Institut Shanti Bhuana: bertumbuh, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi lingkungan serta masyarakat.
Pewarta : Radiussadi







