Proyek Peningkatan Jalan Bengkayang Tuai Kritik, Titik Rawan Beram Tak Kunjung Diperbaiki

Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Pelaksanaan proyek peningkatan ruas Jalan Provinsi di Bengkayang kini kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah titik beram jalan yang dinilai rawan di kawasan Kota Bengkayang hingga kini disebut belum tersentuh perbaikan secara menyeluruh, sehingga memunculkan pertanyaan dari warga mengenai pemerataan pelaksanaan proyek. pada Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan pantauan dilapangan membenarkan, masih terdapat beberapa titik beram jalan yang mengalami kerusakan, di antaranya berada di depan salah satu hotel di Kota Bengkayang dan di depan salah satu SPBU. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Salah seorang warga, Andi (37), mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pekerjaan peningkatan jalan yang sedang berlangsung seharusnya mampu mengakomodasi seluruh titik yang membutuhkan perbaikan, terutama pada bagian beram jalan yang telah lama mengalami kerusakan.

“Peningkatan jalan Bengkayang menurut saya kurang merata. Masih ada beberapa titik, seperti di depan salah satu hotel dan depan salah satu SPBU yang belum diperbaiki. Kami jadi bertanya-tanya, apakah memang sengaja tidak dikerjakan atau bagaimana,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan metode perbaikan beram jalan yang di beberapa lokasi hanya menggunakan material sirtu tanpa dilakukan pengecoran.

“Kalau memang hanya ditimbun dengan sirtu, kami sebagai masyarakat awam merasa kurang tepat. Apalagi ini berada di tengah kota. Seharusnya dilakukan pengecoran agar lebih kuat dan tahan lama. Kalau hanya ditimbun, saat musim hujan material bisa kembali terkikis dan pekerjaan seperti ini terkesan kurang efektif,” katanya.

Menurut Andi, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka dikhawatirkan anggaran yang telah dialokasikan tidak memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat. Ia berharap pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengguna jalan yang berharap seluruh titik kerusakan, khususnya beram jalan di lokasi-lokasi padat lalu lintas, menjadi prioritas dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan tersebut.

Masyarakat pun meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui instansi teknis terkait agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, warga berharap fungsi pengawasan terhadap proyek lebih dioptimalkan sehingga kualitas pekerjaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan kesan adanya perbaikan yang dilakukan secara tidak merata.

Hingga berita ini diterbitkan,awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat guna memperoleh penjelasan terkait masih adanya sejumlah titik beram jalan yang belum diperbaiki serta metode pekerjaan yang digunakan.

( Rinto Andreas )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *