Bupati Sebastianus Darwis Buka Kongres ke-6 GPIBI Kalbar, Tekankan Kerukunan dan Pelayanan Berkelanjutan

Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis secara resmi membuka Kongres ke-6 Badan Pengurus Daerah (BPD) I Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Kalimantan Barat Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Sebastianus Darwis menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar GPIBI yang telah menyelenggarakan kongres sebagai forum evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, serta penguatan komitmen pelayanan kepada jemaat dan masyarakat. Pada Kamis (29/10/2026).

Ia berharap kongres tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan memperbarui komitmen dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, gereja memiliki peran penting dalam menghadirkan pengharapan, memberikan penguatan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, serta menumbuhkan semangat saling membantu tanpa membeda-bedakan.

Bupati juga menegaskan bahwa kongres daerah merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi gerejawi. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan mampu mengevaluasi pelayanan yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pelayanan pada masa mendatang.

Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kongres secara tertib, demokratis, dan penuh tanggung jawab.

Apabila terdapat perbedaan pandangan, Sebastianus Darwis mengingatkan agar hal tersebut disikapi dengan kedewasaan melalui dialog, doa, dan semangat persaudaraan.

“Kepentingan pelayanan dan kemajuan organisasi harus diutamakan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Sebastianus Darwis menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan manusia yang berkarakter, beriman, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial.

Dalam konteks tersebut, gereja dan lembaga keagamaan dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, membina keluarga, mendampingi generasi muda, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

Ia berharap GPIBI terus berkontribusi dalam menjaga keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi yang menjadi kekayaan Kabupaten Bengkayang.

Menurutnya, kerukunan dan toleransi harus terus dijaga bersama. Perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama demi kepentingan bersama.

Sebastianus Darwis juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang berharap Kongres ke-6 BPD I GPIBI Kalimantan Barat dapat menghasilkan kepemimpinan yang melayani dengan tulus, program kerja yang menjawab kebutuhan jemaat, serta komitmen yang semakin kuat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga berharap seluruh proses persidangan berjalan lancar dan setiap keputusan yang dihasilkan dapat membawa kemajuan bagi organisasi serta memperkuat pelayanan gereja.

Menutup sambutannya, Sebastianus Darwis menyampaikan ucapan selamat melaksanakan kongres kepada seluruh keluarga besar GPIBI Kalimantan Barat.

Dengan memohon pertolongan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Bengkayang secara resmi menyatakan Kongres ke-6 BPD I GPIBI Kalimantan Barat Tahun 2026 dibuka.

Ia berharap melalui kongres tersebut, pelayanan gereja semakin bertumbuh, persaudaraan semakin erat, dan kontribusi bagi masyarakat semakin nyata.

( Rinto Andreas )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *