Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Bertempat di Warung Kopi Chelsea, Jalan Sanggau Ledo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Ketua ORADO Kabupaten Bengkayang Libertus Hansen, SH, berbincang santai sambil menikmati kopi dan menyampaikan pandangannya terkait visi, misi serta arah pengembangan Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) di Kabupaten Bengkayang.Selasa 15/9/2026 Pagi.
Dalam wawancara tersebut, Libertus menjelaskan bahwa ORADO merupakan cabang olahraga yang memiliki tujuan mengasah kemampuan berpikir, analisis, strategi dan kecerdasan masyarakat.
Ia menegaskan, ORADO bukan organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun organisasi politik, melainkan cabang olahraga yang bersifat netral dan berada dalam pembinaan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“ORADO ini bukan ormas dan bukan partai politik. ORADO bersifat netral dan memiliki visi dan misi untuk mencerdaskan putra-putri Indonesia,” ujar Libertus.
Menurutnya, permainan domino memiliki unsur perhitungan dan strategi yang dapat melatih kemampuan seseorang dalam menganalisis situasi dan mengambil keputusan.
“Permainan ini menguji kecerdasan seseorang. Bagaimana menghitung, menganalisis dan menebak kombinasi angka yang dimainkan. Itu yang menjadi salah satu tujuan ORADO, yakni mengasah kemampuan berpikir dan kecerdasan,” jelasnya.
Libertus juga menjelaskan alasan ORADO Kabupaten Bengkayang belum mengikuti Porprov tahun ini. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan anggaran serta kepengurusan yang masih tergolong baru.
Ia menegaskan, anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang disiapkan melalui KONI bukan anggaran khusus ORADO, melainkan untuk seluruh cabang olahraga yang mengikuti Porprov.
“Rp1,5 miliar itu untuk semua cabang olahraga dalam Porprov, bukan hanya untuk ORADO. Karena kita minim anggaran, ORADO belum bisa ikut Porprov tahun ini,” katanya.
ORADO Kabupaten Bengkayang menargetkan dapat mengikuti Porprov pada 2027.
Sementara itu, Wakil Ketua ORADO Kabupaten Bengkayang Jakarias, SH, menekankan pentingnya kemandirian organisasi.
Menurutnya, ORADO tidak boleh hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Pengurus harus bersama-sama mencari sumber pembiayaan yang sah agar kegiatan organisasi tetap berjalan.
“Kalau kita bergantung kepada bantuan pemerintah, saya pikir itu memang tidak bisa. Kita harus mandiri,” ujar Jakarias.
Ia menyebut ORADO memiliki karakter berbeda karena lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir dibandingkan aktivitas fisik.
“ORADO ini olahraga, tetapi bukan olahraga yang bersifat fisik. Ini olahraga olah pikir, artinya olahraga otak,” jelasnya.
Jakarias mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk merapatkan barisan serta aktif memperkenalkan ORADO kepada masyarakat Bengkayang.
“Karena ini masih baru di Bengkayang, mari kita rapatkan barisan. Setelah pengukuhan nanti, kita buat kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan permainan ORADO dan memperkenalkannya kepada masyarakat,” katanya.
Saat ini pengurus ORADO Kabupaten Bengkayang tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan organisasi, termasuk atribut, kostum dan pembiayaan pengukuhan.
Pengukuhan ditargetkan paling lambat pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Pengurus juga berencana menggelar kegiatan sederhana secara swadaya dengan melibatkan anggota serta membuka peluang dukungan dari pihak ketiga yang peduli terhadap perkembangan olahraga.
Libertus dan Jakarias berharap ORADO dapat berkembang menjadi cabang olahraga yang mandiri sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengasah kecerdasan, strategi, analisis dan kemampuan berpikir.
( Rinto Andreas )







