Corong Publik News, Pontianak, Kalbar // – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat dalam sambutannya pada pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-V PWI Kalbar menegaskan bahwa OKK merupakan syarat utama bagi wartawan yang ingin menjadi anggota PWI sekaligus menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers.
Kegiatan yang digelar di Aula Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), pada Selasa (9/6/2026), itu dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, pengurus PWI Kalbar, unsur perguruan tinggi, organisasi profesi, pimpinan media, serta puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kalbar, Kundori,menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Pontianak yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan OKK tahun ini.
“OKK merupakan syarat untuk menjadi anggota PWI dan terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung serta meningkatkan kapasitas kewartawanannya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini jumlah anggota PWI Kalimantan Barat, baik anggota biasa maupun anggota kehormatan, tercatat sekitar 115 orang. Menurutnya, jumlah tersebut masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan luas wilayah dan perkembangan media di Kalbar.
Karena itu, pihaknya berharap pelaksanaan OKK secara rutin setiap tahun dapat melahirkan lebih banyak wartawan yang memenuhi standar kompetensi dan kode etik jurnalistik.
“Tahun ini peserta yang mengikuti OKK cukup banyak. Mudah-mudahan ke depan jumlah anggota PWI semakin bertambah dan kualitasnya semakin baik,” katanya.
Ketua PWI Kalbar juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum seluruh kabupaten di Kalbar memiliki kepengurusan definitif PWI. Namun, sejumlah kelompok kerja (Pokja) telah terbentuk sebagai cikal bakal kepengurusan daerah.
Saat ini terdapat Pokja PWI di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Mempawah yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kepengurusan definitif.
“Yang sudah siap menuju pembentukan kepengurusan kabupaten di antaranya Sekadau dan Sintang karena telah memenuhi syarat organisasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan PWI Kalbar sejak dilantik pada tahun 2024, mulai dari pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat provinsi, hingga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas wartawan.
Meski demikian, ia mengakui bahwa dukungan anggaran dari pemerintah daerah terhadap organisasi wartawan di Kalbar masih sangat terbatas dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Indonesia.
“Kami berharap ke depan ada dukungan dan sinergi yang lebih kuat dari pemerintah daerah melalui dinas terkait agar program pembinaan wartawan dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua PWI Kalbar mengingatkan peserta tentang tantangan dunia jurnalistik di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat dan memunculkan berbagai platform media baru.
Karena itu, wartawan dituntut tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik, verifikasi informasi, dan kode etik dalam menghasilkan karya jurnalistik.
“Di era digital dan AI saat ini, kita harus mampu mempertahankan jurnalisme yang berkualitas. Wartawan harus bisa membedakan informasi yang benar dan tidak benar, serta menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjadi agen literasi media di tengah masyarakat serta membantu mengkampanyekan pentingnya jurnalisme yang bertanggung jawab di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial.
Menutup sambutannya, Ketua PWI Kalbar mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga integritas profesi dan mendukung pembangunan daerah melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“PWI Kalbar harus terus berintegritas dan mendukung pembangunan melalui pemberitaan yang berkualitas,” pungkasnya.
( Rinto Andreas )







