Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Rektor Institut Shanti Buana Kabupaten Bengkayang, Marianus Dinata Alnija, S.S., M.Hum., berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik saat memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. pada Rabu (07/10/2026).
Pesan tersebut disampaikan Marianus dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Institut Shanti Buana Bengkayang.
Menurut Marianus, momentum wisuda bukan hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, membangun karakter dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Bangunlah lebih dahulu karakter sebelum Anda membangun karier. Pengetahuan yang kita dapat itu bisa saja akan pudar. Tetapi karakter tidak pernah akan pudar,” ujar Marianus.
Ia menekankan pentingnya nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab dalam membangun kepercayaan. Menurutnya, kemampuan seseorang akan semakin berarti apabila dibarengi dengan karakter yang baik.
“Kejujuran, disiplin, tanggung jawab itu akan membuat kalian dipercaya. Orang yang bisa dipercaya itu selalu dipercaya oleh siapapun, di berbagai tempat, di dunia kerja manapun,” katanya.
Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 tersebut juga menjadi momentum penting bagi Institut Shanti Buana karena bertepatan dengan perjalanan lembaga pendidikan tersebut memasuki usia ke-10 tahun.
Marianus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan Institut Shanti Buana, mulai dari pendiri, yayasan, donatur dan penderma, Pemerintah Kabupaten Bengkayang, masyarakat hingga para orang tua mahasiswa.
“Sepuluh tahun kalau saya ingat kembali ke belakang, Shanti Buana ini berjalan dengan keyakinan yang sederhana, yang simpel tetapi besar. Keyakinan bahwa pendidikan tinggi yang bermutu itu harus digenggam oleh anak-anak daerah,” ungkapnya.
Ia mengatakan, keberadaan perguruan tinggi di daerah diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Dalam perjalanan satu dekade tersebut, berbagai tantangan dan keterbatasan telah dihadapi. Namun, dukungan dari berbagai pihak membuat Institut Shanti Buana mampu bertahan dan terus berkembang.
“Sepuluh tahun kami bertekad untuk mengayuh lebih dalam, mendayung lebih jauh,” katanya.
Marianus juga mengungkapkan bahwa pihak Institut Shanti Buana telah mengajukan proses perubahan bentuk dari institut menjadi universitas kepada kementerian terkait.
“Semoga semuanya itu dapat berjalan dengan baik. Dan ini semua saya yakin berkat dukungan dari semua pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri,” tuturnya.
Kepada para lulusan, Marianus juga mengingatkan agar tidak hanya menunggu datangnya pekerjaan atau mengejar jabatan tertentu.
Ia mendorong para wisudawan untuk bersikap proaktif dan bersedia memulai perjalanan karier dari bawah.
“Mulailah dari bawah dengan sikap proaktif, jangan reaktif. Jangan menunggu pekerjaan itu sempurna, jabatan itu tinggi, baru kita mulai bertindak. Tetapi belajarlah dari hal-hal pekerjaan yang kecil,” pesannya.
Menurutnya, setiap pekerjaan dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk belajar, berkembang dan membangun kepercayaan.
“Pekerjaan itu adalah tempat ruang kita untuk bertumbuh. Bertumbuh dalam kepercayaan,” pungkas Marianus.
Pewarta : Radiussadi







