Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Neneng, S.Sos., melakukan kunjungan kerja ke kantor besar PT Sentosa Bumi Wijaya (SBW) yang berlokasi di Jalan Ledo–Subah, Dusun Lalang, Desa Lesabela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (29/10/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan menggali informasi sekaligus meninjau kondisi tenaga kerja lokal, terutama terkait sistem penggajian, tunjangan, kesejahteraan karyawan, serta pelayanan BPJS Kesehatan bagi pekerja perusahaan.
Dalam kunjungan itu, Neneng bertemu langsung dengan manajer PT SBW, Marthin Tampubolon, serta pihak humas dan staf tata usaha perusahaan untuk meminta penjelasan mengenai pengelolaan tenaga kerja dan hak-hak karyawan.
Neneng mengatakan, berdasarkan penjelasan yang disampaikan pihak perusahaan dalam pertemuan tersebut, persoalan penggajian dan tunjangan yang ditanyakannya tidak menunjukkan adanya masalah.
“Dari semua yang saya tanyakan kepada pihak perusahaan, sejauh ini tidak ada masalah dan sudah tepat sasaran, terutama terkait persoalan yang menjadi perhatian,” ujar Neneng.
Meski demikian, ia menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bengkayang. Menurutnya, hubungan kemitraan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu dijaga agar berbagai persoalan dapat diantisipasi sejak dini.
Ia berharap perusahaan tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan karyawan serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Selain persoalan ketenagakerjaan, Neneng turut menyoroti pelayanan BPJS Kesehatan bagi karyawan perusahaan. Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kendala pelayanan kesehatan yang dialami pekerja.
Neneng mengungkapkan adanya informasi mengenai karyawan PT SBW yang pernah mengalami kendala saat hendak mendapatkan pelayanan di rumah sakit di Kabupaten Bengkayang.
Ia berharap persoalan tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut sehingga pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan memperoleh pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap pemerintah Kabupaten Bengkayang memberikan perhatian lebih terhadap persoalan BPJS. Jangan sampai karyawan mengalami kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Kalau memungkinkan, pelayanan bagi pekerja juga harus berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Neneng, persoalan pelayanan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan keluhan berkepanjangan bagi karyawan maupun pihak perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng juga menyinggung program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan PT SBW melalui desa.
Berdasarkan penjelasan pihak perusahaan, bantuan CSR tersebut mencakup kegiatan sosial, dukungan penanganan stunting, serta kegiatan kebudayaan dan program kemasyarakatan lainnya.
Neneng berharap program tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang baik dengan perusahaan agar kemitraan yang terjalin dapat mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Manajer PT SBW, Marthin Tampubolon, menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Neneng yang telah datang langsung untuk melihat kondisi perusahaan dan mendengarkan penjelasan mengenai kesejahteraan karyawan.
Menurut Marthin, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihak perusahaan untuk menjelaskan sistem penggajian dan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi tenaga kerja.
Ia menyatakan bahwa sistem penggajian di PT SBW telah disesuaikan dengan ketentuan pemerintah.
“Terima kasih kepada Ibu Neneng dari Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang sudah berkenan hadir di kantor kami. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan perhatian terhadap kondisi perusahaan, khususnya terkait kesejahteraan karyawan,” ujar Marthin.
Terkait kendala pelayanan BPJS Kesehatan yang pernah dialami karyawan, Marthin menjelaskan bahwa perusahaan berupaya membantu pekerja memperoleh pelayanan kesehatan alternatif.
Ia mengatakan, ketika terdapat kendala pelayanan di rumah sakit di Kabupaten Bengkayang, pihak perusahaan mengarahkan karyawan ke rumah sakit lain yang dapat menerima pasien, termasuk di Kabupaten Sambas.
“Kami selalu memberikan dukungan kepada karyawan terkait pelayanan kesehatan. Ketika ada kendala di rumah sakit, kami berupaya mencari alternatif agar karyawan tetap bisa mendapatkan pelayanan, termasuk mengarahkannya ke rumah sakit di Kabupaten Sambas,” jelasnya.
Marthin berharap komunikasi dan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, serta masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk menciptakan hubungan kemitraan yang harmonis.
“Kami berharap ke depannya bisa lebih baik lagi. Perusahaan, masyarakat, dan pemerintah harus saling mendukung, saling bersinergi, serta menjaga hubungan yang baik satu sama lain,” tambahnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap informasi mengenai kondisi tenaga kerja dan hubungan kemitraan perusahaan dengan masyarakat.
Persoalan pelayanan BPJS Kesehatan yang disampaikan dalam kunjungan itu diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai kewenangannya”,Tutup Neneng Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Komisi 5.
Pewarta : Radiussadi







