Corong Publik News, Pontianak, Kalbar // – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat (Ormas) Mangkok Merah Kalimantan Barat resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan pengurus serta anggota organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir memberikan dukungan, semangat, dan doa bagi kemajuan organisasi.
Ketua Umum menjelaskan bahwa Ormas Mangkok Merah hadir dengan visi mewujudkan keadilan, kebenaran, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut, organisasi mengusung sejumlah misi, di antaranya memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan, melestarikan budaya dan adat istiadat, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memperkuat persaudaraan dan persatuan sesama anak bangsa.
Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan makna filosofis Mangkok Merah yang selama ini dikenal sebagai simbol adat masyarakat Dayak yang memiliki nilai sejarah dan kesakralan tinggi. Pada masa lalu, Mangkok Merah digunakan sebagai sarana komunikasi adat yang dibawa dari kampung ke kampung untuk mengumpulkan para tokoh adat dalam bermusyawarah menghadapi berbagai persoalan dan tantangan bersama.
“Dari filosofi tersebut, Mangkok Merah dikenal sebagai lambang persatuan, kebersamaan, ketegasan, dan kesiapsiagaan masyarakat Dayak. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar berdirinya organisasi ini,” ujarnya.
Menurutnya, Ormas Mangkok Merah tidak hadir untuk memecah belah masyarakat, melainkan menjadi wadah pemersatu yang mengedepankan semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai luhur adat yang diwariskan para leluhur.
Ia menegaskan, organisasi berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah, TNI, Polri, lembaga adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Selain itu, seluruh pengurus dan anggota diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga nama baik organisasi, menaati hukum yang berlaku, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Sebagaimana filosofi Mangkok Merah yang dahulu menjadi simbol pemersatu masyarakat Dayak, maka pada masa kini Mangkok Merah harus menjadi simbol persaudaraan, solidaritas, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan semangat membangun daerah demi kemajuan Kalimantan Barat dan Indonesia,” tegasnya.
Ketua Umum juga mengingatkan bahwa pelantikan dan pengukuhan yang dilaksanakan bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, amanah yang diberikan kepada pengurus dan anggota harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pelayanan.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh jajaran Ormas Mangkok Merah untuk bersama-sama membangun organisasi yang bermartabat, berintegritas, dicintai masyarakat, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah, bangsa, dan negara.
Acara pengukuhan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebudayaan yang kental, ditandai dengan seruan “Salam Budaya, Salam Mangkok Merah, Menyala… Menyala… Menyala!” yang disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir.
( Rinto Andreas )







