Belum Ada Papan Proyek, Rehabilitasi SDN 12 Sanggau Ledo Disebut Warga “Proyek Siluman”

Corong Publik News, Bengkayang, Kalbar // – Pekerjaan rehabilitasi SDN 12 Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang tengah berjalan tersebut bahkan mulai disebut warga sebagai proyek “siluman” lantaran hingga Rabu (26/8/2026), belum terlihat papan informasi proyek di lokasi.

Ketiadaan papan informasi membuat publik kesulitan mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, nama perusahaan pelaksana, konsultan pengawas, waktu pelaksanaan hingga target penyelesaian pekerjaan.

Padahal, informasi tersebut penting sebagai bentuk transparansi terhadap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas rehabilitasi sudah berlangsung. Namun, tidak terlihat papan informasi proyek yang biasanya dipasang di area pekerjaan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Dari mana sumber anggaran proyek? Berapa nilai kontraknya? Siapa perusahaan yang mengerjakan? Siapa pengawasnya? Dan kapan pekerjaan tersebut harus selesai?

Sejumlah warga menilai keberadaan papan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan sarana bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran publik.

Selain persoalan transparansi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) turut menjadi perhatian.

Dalam pantauan di lapangan, terdapat pekerja yang diduga belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat melakukan aktivitas pekerjaan.

Padahal, pekerjaan konstruksi memiliki risiko keselamatan yang harus dikendalikan sejak awal.

UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengatur bahwa penyelenggaraan jasa konstruksi harus memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) juga menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Saat dikonfirmasi mengenai belum terpasangnya papan informasi, salah seorang pekerja di lokasi mengatakan pekerjaan baru berjalan sekitar tiga hari.

“Kami baru tiga hari kerja, Pak. Kalau masalah papan informasi belum dipasang, mungkin besok sudah dipasang,” ujarnya.

Namun, hingga pemantauan dilakukan, informasi mengenai sumber dana, nilai kontrak dan perusahaan pelaksana belum terpampang di lokasi.

Masyarakat berharap pihak pelaksana segera memasang papan informasi secara terbuka dan memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlengkapan keselamatan sesuai dengan risiko pekerjaan.

Transparansi dan keselamatan kerja dinilai penting untuk mencegah munculnya dugaan negatif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

Pihak instansi pemilik kegiatan dan pelaksana pekerjaan diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status proyek, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, konsultan pengawas serta penerapan K3.(Red)

Sumber : Tim Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *